Di ambil dari FAKTA BANTEN Online
BANYAKNYA kisah sejarah yang tertulis dan mungkin
sebagian sudah menancap pada ingatan orang-orang Banten dan umumnya
Indonesia, yang lazimnya menganggap bahwa awal masuknya agama Islam di
Banten adalah pada masa Walisongo Abad 15 atau tepatnya setelah Sultan
Hassanudin Banten menyebarkan syiar Islam dan secara simbolik mendirikan
Keraton Surosowan di Banten pada awal Abad 16.
Padahal jauh sebelum periode itu, tepatnya pada Abad 13 syiar Islam
sudah masuk ke Banten melalui pesisir Utara yakni di Cilegon,
sebagaimana penyebaran Islam di tanah Jawa yang umumnya bermula di
pesisir Utara, seperti Leran-Gresik, Tuban di Jawa Timur, Demak di Jawa
Tengah, Cirebon, Karawang di Jawa Barat. Hal ini dikuatkan oleh rujukan
sejarawan Banten, KH. Nawawi Sahim, saat Fakta Banten menyambangi
kediamannya di daerah Kebon Dalem, Kota Cilegon, Rabu (26/4/2017).
Cilegon di Abad 13 adalah sebuah Kerajaan Hindu Legon Gede yang
dipimpin oleh Ki Gdheng Teulageu Wangi. Berpusat di Legonan Gede Teulage
Wangi (yang kini bernama kampung Tegal Wangi Kecamatan Grogol).
Letak
Teulageu Wangi diapit oleh dua candi, yakni Candi Dangdang (sekarang
kampung Cidangdang-Grogol) dan Candi Wuluh (yang sekarang kampung Sumur
Wuluh-Grogol) dan Altar persembahannya diatas gunung yakni Watu Lawang,
yang mungkin serpihan batu-batu sisa peninggalan candi itu masih ada
sampai sekarang.
Di pertengahan Abad 13 sejalan dengan masuknya Islam di negeri
jawawut (sebutan pulau Jawa Jawawut – Al Jawi). Pada periode pertama
Islam masuk di Leran Gresik dibawa oleh Maulana Malik Ibrahim. Dan
masuknya Islam di Lemmah Wungkuk Caruban (Cirebon, sekarang) yang dibawa
oleh Syaikh Nur Djati. Sejalan dengan itu masuklah Islam yang dibawa
pesyiar dari Negeri Kesultanan Cempa (Kampucia atau sekarang Kamboja).
Dua pesyi’ar asal Kesultanan Cempa itu, Syaikh Hasanudin (Anak Ulama
Cempa) dan Syaikh Qudrotullah bin Barkat Zainal Alim bin Jamaludin
(Sultan Cempa nasab ke 19 dari Nabi Muhammad SAW).
Dalam perjalanannya, Syaikh Hasanudin mendarat di Tanjung Wadas,
Keruwing (sekarang Karawang), menetap di Dukuh Kruwing dan mendirikan
pesantren Quro dengan santri pertamanya Nyi Mas Subang Larang (anak
Sultan Malaka). Nyi mas Subang Larang ini dinikahi oleh Prabu Siliwangi
(Raja Padjajaran), mempunyai anak 3, yakni Walang Sungsang, Rara Santang
dan Kian Santang.
Kemudian, Rara Santang dinikahi sama Sultan Mesir Syarief Abdulah dan
mempunyai anak Syarief Hidayatullah atau Sunan Gunung Djati.
Sedangkan Syaikh Qudrotullah melanjutkan perjalanan pelayarannya
untuk syiar Islam, mendarat di Tanjung Gibig Maraki (sekarang Merak).
Merak masih masuk kekuasaan Kerajaan Legon Gede.
Memulai syiar peng-Islaman dengan mendirikan Pedukuhan Grogol (Grogol
nama sebuah rumah yang dibuat dari bambu bulat direnteng atau diikat
sejajar). Lalu Syaikh Qudrotullah menikah dengan puteri Ki Gdheng
Telageu Wangi yang bernama Nhai Naras Wati (gelar ningrat Hindu kuno
untuk laki-laki Gdheng, sedangkan perempuan bergelar Nhai).
Orang Grogol yang pertama masuk Islam yaitu Mbah Bolong yang makamnya dekat dengan makam Sunan Ampel di Surabaya.
Syaikh Qudrotulloh pertama mendirikan Masjid di Kampung Masigit
(Masigit dulunya sebutan Sunda pada Masjid) agar dekat dengan air buat
hidup dan berwudhu yaitu Sumur Menjangan (sekarang kampung Sumur
Menjangan).
Daerah Grogol dulunya adalah daerah susah air, satu-satunya mata air
yaitu Sumur tempat minum binatang Menjangan (jenis binatang khas
pegunungan daerah Legon Gede yaitu Menjangan Wulung).
Syaikh Qudrotulloh wafat dan dimakamkan di perbukitan Grogol berdampingan dengan putranya Syaikh Abdul Karim.
“Hasil pernikahan Syarief Qudrotulloh dengan Nhai Naraswati mempunyai
anak dua yaitu Syaikh Abdul Karim dan Syarifah Halimah,” lanjut cerita
KH Nawawi kepada Fakta Banten.
Lebih lanjut, Sejarawan sekaligus Kyai yang masih aktif di Yayasan
Al-Khairiyah dan Paku Banten ini menerangkan bagaimana perkembangan
Islam pasca wafatnya Syarif Qudrotulloh ini.
Setelah Islam berkembang di daerah Legon Gede di akhir Abad 13
mendaratlah seorang Syaikh dari daerah Bukhoro (wilayah Uni Soviet)
seorang putera dari Pendiri Thoriqoh Saziliyah yaitu Syaikh Malik Isroil
bin Syaikh Sazili.
Mendarat di Tanjung Wadas Bojonegareu (Bojonegara) dimana saat itu di
Bojonegareu Hindu berkembang pesat dengan kuwunya Ki Gdeng Ireng dan
berpusat di dukuh Peragasan Candi.
Syaikh Malik Isroil adalah Ahli Fiqih Syiasyah (fiqih tata negara dan
politik). Syaikh Malik Isroil menikahi Syarifah Halimah anak dari
Syaikh Qudrotulloh Grogol. Kemudian dan membuat pedukuhan di bawah
pertonggohan (bukit) yakni Pedukuhan Beici (sekarang kampung Beji).
“Karena Islam berkembang pesat di sebagian besar wilayah Hindu Legon
Gde. Masyarakat yang sudah bertauhid ketika itu ingin mempersiapkan
pembentukan Tatanan Kesunanan maka banyaklah orang berdatangan dari
berbagai daerah baik dari Mataram, Perlak dan lain-lain,” tuturnya lagi.
Sejarawan yang juga merupakan keturunan ke 13 dari Syaikh Qodratulloh ini mengakhiri ceritanya saat malam mulai larut.
Maka Kampung Baici dikenal dengan sebutan Kampung Santri. Maulana
Malik Isroil wafat dan dimakamkan di atas Bukit Kampung Baici (Gunung
Santri), Syaikh Malik Isroil hasil pernikahannya dengan Syarifah Halimah
mempunyai anak Syarief Kajib (Syarif Hizbullah), Syarief Kajib
meneruskan syi’ar Islam ayahnya di wilayah Pegunungan Hindu Bojonegareu
sampai wafat dan dimakamkan di Gunung Gede.
Dan syiar Islamnya diteruskan oleh putranya yakni Syaikh Djamaludin
yang membuat Pedukuhan di daerah Meudakseu untuk meng-Islamkan penduduk
Hindu pimpinan Ki Gdeng Pujut Suralayeu dan Syaikh Djamaludin meninggal
dan dimakamkan di pegunungan Meraki (pelabuhan merak).
Keturunan para peng-Islam Legon Gde masih banyak tinggal di Cilegon dan masih konsisten sampai sekarang dalam membina Umat.
Wallahu a’lam.
Astaghfirullohal Adhim.
Semoga bermanfaat ..
Kamis, 27 April 2017
Jumat, 25 November 2016
Anugerah
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah Swt yang telah menganugerahkan kepada kami keturunan yang telah kami nantikan kehadiran nya. Kini ia lahir dari rahim seorang wanita yang saya nikahi tanggal 28 februari 2015, semoga dengan kehadiran buah hati ini semakin mendekatkan saya dan istri kepada tuhan pencipta alam yang anugerah nya tiada tara. Anugerah ini saya beri Nama Muhammad Zhafran. Semoga menjadi Anak yang Sholeh berbakti kepada kedua orang tua, agama, Nusa dan bangsa Aamiin..
Kamis, 11 Desember 2014
DAMPAK BURUK MEMBENTAK ANAK
Terkadang orang tua sering merasa sakit hati jika anaknya
mengeluarkan suara keras ( membentak ), tapi orang tua kadang tidak
menyadari dia sendiripun sering membentak, tapi mungkin bentakanya tidak
di sengaja karna merasa capek atau lelah dengan tugasnya sebagai orang
tua.
Taukah sebenarnya bentakan bentakan itu bisa berdampak buruk
bagi tumbuh kembang seorang anak. Seorang anak akan merasa biasa dengan
bentakan-bentakan tersebut hingga nanti ketika dewasa dia dengan mudah berkata kasar bahkan terhadap Orang tuanya sendiri.
Saat usia anak masih di bawah 10 tahun, mereka tidak akan melawan atau
balas membentak. Tetapi karena sikap pasif mereka itu, orang tua jadi
tidak bisa mengukur seberapa besar dampak psikologis yang ditimbulkan
karena membentak. Anak cenderung meniru perilaku orangtuanya. Seorang
anak yang selalu dibentak, diomeli, atau dimarahi, akan tumbuh dengan
keyakinan bahwa dia sah-sah saja berkomunikasi dengan menggunakan
bentakan, omelan, atau kemarahan.
Selain itu menurut penelitian "List Gliot" di dalam setiap kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang siap tumbuh. Satu bentakan atau makian mampu membunuh lebih dari 1 milyar sel otak saat itu juga. Satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga. Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak saat itu juga.
Berikut saya sertakan beberapa dampak buruk membentak anak.
1. Anak saat dewasa menjadi minder & takut mencoba hal baru. Jiwanya selalu merasa bersalah sehingga hidupnya penuh keraguan dan tidak percaya diri.
2. Anak akan memiliki sifat pemarah, egois, judes karena dia dibentuk dengan kemarahan oleh orang tuanya. Jika ada hal yang tidak berkenan dihatinya karena sikap kawannya, dia cenderung agresif dan memarahi rekannya. Padahal masalahnya hanya sepele.
3. Anak akan memilki sifat menantang, keras kepala dan suka membantah nasehat atau perintah orang tuanya.
4. Anak akan memiliki pribadi yang tertutup dan suka menyimpan unek-unek nya, takut mengutarakan, karena takut dipersalahkan.
5. Anak menjadi apatis, sering tidak peduli pada suatu hal.
#selamat pagi Dulurku...
Semoga tulisan saya ini bisa meng inspirasi kita untuk bisa lebih bersabar dan lebih lemah lembut dalam mendidik seorang anak, bagi yang belum berkeluarga mudah-mudahan ini bisa menjadi bekal buat kedepan.
Selain itu menurut penelitian "List Gliot" di dalam setiap kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang siap tumbuh. Satu bentakan atau makian mampu membunuh lebih dari 1 milyar sel otak saat itu juga. Satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga. Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak saat itu juga.
Berikut saya sertakan beberapa dampak buruk membentak anak.
1. Anak saat dewasa menjadi minder & takut mencoba hal baru. Jiwanya selalu merasa bersalah sehingga hidupnya penuh keraguan dan tidak percaya diri.
2. Anak akan memiliki sifat pemarah, egois, judes karena dia dibentuk dengan kemarahan oleh orang tuanya. Jika ada hal yang tidak berkenan dihatinya karena sikap kawannya, dia cenderung agresif dan memarahi rekannya. Padahal masalahnya hanya sepele.
3. Anak akan memilki sifat menantang, keras kepala dan suka membantah nasehat atau perintah orang tuanya.
4. Anak akan memiliki pribadi yang tertutup dan suka menyimpan unek-unek nya, takut mengutarakan, karena takut dipersalahkan.
5. Anak menjadi apatis, sering tidak peduli pada suatu hal.
#selamat pagi Dulurku...
Semoga tulisan saya ini bisa meng inspirasi kita untuk bisa lebih bersabar dan lebih lemah lembut dalam mendidik seorang anak, bagi yang belum berkeluarga mudah-mudahan ini bisa menjadi bekal buat kedepan.
Minggu, 07 Desember 2014
SEJARAH PERKEMBANGAN DEBUS DI BANTEN
Debus,
merupakan kata dan istilah yang sangat aneh. Sebab, secara keseharian
kata debus sudah sangat akrab dengan telinga masyarakat, namun istilah
dan artinya tidak atau belum diketahui secara pasti. Hal itu disebabkan
data tertulis hingga saat ini belum ditemukan. Ada dua pengertian yang
diyakini kebenarannya, yaitu muncul pertama dari salah seorang pemerhati
terhadap Kesenian Debus ini, yaitu Bapak A Sastrasuganda yaitu
pensiunan Kepala Seksi Kebudayaan Kandepdikbud paten Serang, mengatakan
bahwa Debus berasal dari bahasa Sunda. Kata debus “tembus” (Sandjin
Aminuddin, 1997 :153). Debus yang berarti tembus menunjukkan bahwa
alat-alat yang diperagakan adalah benda-benda tajam dalam permainan
tersebut dapat menembus badan para pemainnya. Kedua, Debus berasal dari
kata gedebus, yaitu nama salah satu benda tajam yang digunakan dalam
permainan tersebut. Karena permainan Debus adalah permainan kekebalan
tubuh, maka debus dapat pula diartikan “tidak tembus” oleh berbagai
senjata yang ditusukkan atau dibacokkan ke tubuh manusia. - See more at:
http://www.pesantrenglobal.com/debus-seni-mistis-islam-tanah-banten/#sthash.iOdhIaMt.dpuf
Debus adalah sebuah kesenian bela diri asli dari Banten.
Kesenian ini tercipta pada masa Pemerintahan Sultan Maulana Hasanudin
(1532-1570 di abad ke-16 . kesenian debus biasaya mempertunjukan kekuatan atau
kemampuan manusia yang luar biasa, diantaranya ilmu ke kebalan yang tahan dari
hantaman senjata tajam, hempasan api, minum air keras, memasukan benda kedalam
kelapa utuh, menggoreng telur di kepala, berjalan diatas beling, menaiki tangga
golok danlain sebagainya.
Debus, merupakan kata dan istilah
yang sangat aneh. Sebab, secara keseharian kata debus sudah sangat akrab dengan
telinga masyarakat, namun istilah dan artinya tidak atau belum diketahui secara
pasti. Hal itu disebabkan data tertulis hingga saat ini belum ditemukan. Ada
dua pengertian yang diyakini kebenarannya, yaitu muncul pertama dari salah
seorang pemerhati terhadap Kesenian Debus ini, yaitu Bapak A Sastrasuganda
yaitu pensiunan Kepala Seksi Kebudayaan Kandepdikbud paten Serang, mengatakan
bahwa Debus berasal dari bahasa Sunda. Kata debus “tembus” (Sandjin Aminuddin,
1997 :153). Debus yang berarti tembus menunjukkan bahwa alat-alat yang
diperagakan adalah benda-benda tajam dalam permainan tersebut dapat menembus
badan para pemainnya. Kedua, Debus berasal dari kata gedebus, yaitu nama salah
satu benda tajam yang digunakan dalam permainan tersebut. Karena permainan
Debus adalah permainan kekebalan tubuh, maka debus dapat pula diartikan “tidak
tembus” oleh berbagai senjata yang ditusukkan atau dibacokkan ke tubuh manusia.
Namun jika
di teliti dari bahasa arab debus berarti tongkat besi dengan ujung runcing
berhulu bundar. Bagi sebagian masyarakat awam kesenian Debus memang terbilang
sangat ekstrim. Pada masa sekarang Debus sebagai seni beladiri yang banyak
dipertontonkan untuk acara kebudayaan ataupun upacara adat.
Asal-usul debus tidak dapat
dipisahkan dari penyebaran agama Islam di daerah Banten. Debus adalah salah
satu sarana dalam penyebaran agama Islam tersebut. Pada masa pemerintahan
Sultan Ageng Tirtayasaa pada abad XVII (1651 — 1652), Debus dijadikan alat
propaganda dalam membangkitkan semangat rakyat dalam perjuangan melawan Belanda
(Sandjin Aminuddin, 1997 :156).
Seperti dikatakan di atas, bahwa Debus dikolaborasikan dengan kesenian Pencak silat, maka dapat dikatakan bahwa Debus merupakan kesenian bela diri. Sultan Ageng Tirtayasa memberi warna Debus dengan ilmu kekebalan tubuh kepada para pengikutnya dengan jampi-jampi yang diambil dari ayat suci Al-Qur’an. Ayat-ayat tersebut dihapalkan dan diresapi secara mendalam sehingga dapat mempertebal semangat moral dalam melawan Belanda. Kesenian Debus sangat berperan dalam alur sejarah rakyat Banten dalam melawan penjajah Belanda pada masanya yang dilandasi ajaran agama Islam sebagai keyakinan dalam melakukan perjuangan tersebut
Dilacak dari asal usulnya, menurut
Dr H Imron Arifin, kesenian debus berasal dari Tarikat Rifa’iyyah, yaitu
tarikat yang dinisbatkan kepada Syaikh Ahmad Rifa’i al-Baghdady, seorang tokoh
sufi yang mengajar pengetahuan ruhani aneh. Dikatakan ganjil dan aneh, karena
Syaikh Ahmad Rifa’i mengajari murid-muridnya untuk berdzikir yang khusyuk di
mana untuk menguji kekhusyukan Syaikh Ahmad Rifa’i melakukan tindakan-tindakan
ganjil seperti menyulut tubuh muridnya dengan bara api, digigitkan ular kobra,
ditusuk besi tajam, dikepruk benda keras, bahkan dilempar ke kobaran api. Jika sang
murid masih sakit dan berteriak, maka itu pertanda dzikirnya kurang khusyuk
Begitulah tarikat Rifa’iyyah dikenal sebagai penyebar ajaran debus dalam
berdzikir yang dilakukan dengan suara lantang.
Referensi Dari Beberapa sumber.
Debus,
merupakan kata dan istilah yang sangat aneh. Sebab, secara keseharian
kata debus sudah sangat akrab dengan telinga masyarakat, namun istilah
dan artinya tidak atau belum diketahui secara pasti. Hal itu disebabkan
data tertulis hingga saat ini belum ditemukan. Ada dua pengertian yang
diyakini kebenarannya, yaitu muncul pertama dari salah seorang pemerhati
terhadap Kesenian Debus ini, yaitu Bapak A Sastrasuganda yaitu
pensiunan Kepala Seksi Kebudayaan Kandepdikbud paten Serang, mengatakan
bahwa Debus berasal dari bahasa Sunda. Kata debus “tembus” (Sandjin
Aminuddin, 1997 :153). Debus yang berarti tembus menunjukkan bahwa
alat-alat yang diperagakan adalah benda-benda tajam dalam permainan
tersebut dapat menembus badan para pemainnya. Kedua, Debus berasal dari
kata gedebus, yaitu nama salah satu benda tajam yang digunakan dalam
permainan tersebut. Karena permainan Debus adalah permainan kekebalan
tubuh, maka debus dapat pula diartikan “tidak tembus” oleh berbagai
senjata yang ditusukkan atau dibacokkan ke tubuh manusia. - See more at:
http://www.pesantrenglobal.com/debus-seni-mistis-islam-tanah-banten/#sthash.iOdhIaMt.dpuf
Selasa, 02 Desember 2014
KEBAIKAN DIBALAS KEBAIKAN
Sore ini sekitar pkl 15:05 saya
pulang dari Pabrik tempat saya bekerja, separo perjalanan menuju rumah
tiba-tiba hujan turun, saya pun berhenti di warung-warung pinggir jalan
untuk meneduh dan tak lama kemudian datanglah sepasang laki-laki dan
perempuan dan satu orang laki-laki sendirian meneduh di tempat yang
sama. ternyata di barisan warung-warung tersebut ada yang jualan mie
ayam, sentak pikiranpun berkata Makan mie ayam ujan-ujan gini enak kali ya? sesaat kemudian saya pun memesan mie ayam, ternyata yang jualan mie ayam lagi istirahat untuk sholat asar.
Beberapa lama kemudian Penjual mie ayam pun datang, tiga orang tadi
memesan mie ayam terlebih dahulu karna saya sibuk buka-buka HP jadi
pesan belakangan. sambil menunggu pesanan datang saya beli air minum
seharga 500 rupiah pergelas karna mau beli 1 tanggung jadi beli dua.
Tiga orang tadi sudah selesai makan tapi pesanan saya belum juga datang,
saya lihat laki-laki yang datang sendirian itu belum minum karna
mungkin belum beli air minum, saya pun inisiatif memberikan satu gelas
air minum saya kepadanya, "ni loor air minumnya kata saya" dan dibalas
dengan ucapan terimakasih olehnya
.
Taklama kemudian laki-laki
yang saya beri air minum tadi pamit pulang karna hujanpun sudah reda
sambil menyapa saya "ayo kang duluan" ayo kata saya. taklama kemudian
mie ayam yang saya pesanpun habis saya makan, sayapun membayar ke
penjual mie dengan bertanya "berapa mang?" penjual mie ayam itu menjawab
"Sudah dibayar ko mas sama yang tadi pulang duluan" saya agak bingung
siapa yang bayarin?
ternyata yang bayarin laki-laki yang saya beri air minum tadi, padahal saya sama sekali tidak mengenalnya, mungkin karna saya kasih air minum dia berinisiatif membayar mie ayam saya hehee...
ternyata yang bayarin laki-laki yang saya beri air minum tadi, padahal saya sama sekali tidak mengenalnya, mungkin karna saya kasih air minum dia berinisiatif membayar mie ayam saya hehee...
memang yang saya terima cuma mie ayam yang harganya
paling 10 ribu sampai 15 ribu. tapi dari situ saya dapat pelajaran
berharga bahwasanya Kebaikan yang kiata berikan dengan tulus kepada
orang lain akan dibalas dengan kebaikan pula, itu pula Janji tuhan
kepada hamba-hambanya yang berbuat baik dan itu baru di Dunia apalagi di
akhirat kelak.
Rabu, 03 September 2014
Inilah Caraku Mencintaimu!
Dari begitu banyak hari yang ku lalui
Hari ini sungguh berbeda,
ya aku rasa sangat berbeda,
bukan karena keadaan, situasi dan tempat yang seperti biasa.
Tapi hati….
Aku merasakan tak seperti biasanya,
Mengkin karna ku ingat lagi goresan senyumu,
Tapi aku enggan untuk menjumpaimu,
Sebenarnya aku bisa saja menelfonmu atau menjumpaimu,
kita jalan bersama dan berfoto-foto lalu kita update ke
media social
dan ku tuliskan kata-kata cinta agar semua orang tau dan
merasakan kebahagiaan kita
tapi aku tak bisa seperti itu,
karna ku tau ini pilihan terbaik agar kita tak saling
berharap,
karna berharap hanya pantas di curahkan kepada sang pemberi
nafas,
karna berharap hanya pantas di curahkan kepada sang pengatur
detak jantung,
biarlah ku menyapamu lewat senandung do’a
karna INILAH CARAKU MENCINTAIMU.
Minggu, 20 Juli 2014
Wanita sasaran uatama Yahudi???
Seperti yang telah sama-sama kita
ketahui orang-orang Yahudi tidak mungkin akan berani menyerang
Islam secara terang-terangan, karena
barisan persatuan Islam sangatlah kuat yang mana apabila saudaranya sesama Muslim
di sakiti maka Muslim yang lainya pun ikut merasakan sakit dan akan bersatu
utuk melawanya.
Kemudian dengan anggapan seperti
itulah yahudi berfikir untuk menghancurkan Islam secara lebih halus
dengan cara merusak pola pikir dan pandangan terhadap islam itu sendiri, salah
satunya melalui budaya, Baik budaya berpakaian atau dalam pergaulan. Dalam hal
berpakaian, wanita Muslim di giring supaya mengikuti trend yang di ciptakan oleh
mereka, sehingga wanita muslim tidak malu lagi membuka aurat karen sudah di anggap biasa. Disinilah awal
mula kehancuran itu terjadi, para wanita sudah tidak malu lagi mempertontonkan
auratnya karena sudah di anggap biasa. Lalu
kenapa wanita menjadi sasaran utama Yahudi dan Nasrani?
Nabi ShalALLAHu`alaihiwasalam
bersabda: “Wanita adalah Tiang Negara, jika baik Wanita suatu Negara maka baiklah
Negara nya. Dan jika mereka rusak maka akan hancur pulalah Negara nya.”
Nabi ShalALLAHu`alaihiwasalam
menamakan kaum Wanita sebagai tiang dan
tentu saja bukan tanpa alasan. Sebagaimana sifat tiang dalam sebuah
bangunan ia adalah penentu kekuatan.
Bisa jadi sebuah rumah terlihat indah dari luar namun jika tidak memiliki tiang
yang kokoh, kerobohan nya sudah bisa diperkirakan.
Saya kutip ucapan Muhammad Quthb.
"Seorang kanak-kanak yang rusak
masih boleh menjadi baik asalkan dia pernah mendapatkan penjagaan seorang ibu
yang baik. Sebaliknya, seorang ibu yang rusak akhlaknya, hanya akan melahirkan
generasi yang rusak pula akhlaknya. Itulah sebab mengapa wanita menjadi sasaran
utama untuk Yahudi hancurkan ".
Muhammad Quthb menekankan
bagaimana pentingnya peranan yang dimiliki seorang ibu dalam Islam. Ibu tidak
saja pihak yang dekat secara emosional kepada seorang anak, tapi ibu juga
mempunyai pengaruh besar terhadap masa depan akhlak dari generasi yang
dilahirkannya. Menurut Muhammad Quthb anak yang pada kemudian hari mendapatkan
ujian berupa kehancuran moral akan bisa diatasi, asalkan si anak pernah
mendapatkan penjagaan ibu yang solehah. Pendidikan Islam yang terinternalisasi dengan
baik, akan membuat si anak cepat bangkit dari kesengsaraan mengingati
petua-petua rabbani yang pernah terakam dalam memorinya.
Sebaliknya, ayah yang mempunyai
isteri yang sudah rusak dari awalnya, maka ia pun hanya akan melahirkan sebuah
keturunan yang mempunyai keperibadian sama dengan wanita yang dinikahinya.
Sifat yang dialami kanak-kanak yang banyak mengimitasi perilaku ibu mereka akan
membuka peluang transferisasi sifat ibu kepada anaknya. Maka kerusakan anak
akan amat bergantung dari kerusakan ibu yang mendidiknya. Oleh kerana itu,
dalam bukunya Ma'rakah At Taqaaliid, Muhammad Quthb mengemukakan alasan mengapa
Islam menetapkan konsep pendidikan yang berkaitan dengan arti kehadiran ibu
dalam keluarga.
Mungkin terasa ganjil bagi kita,
mengapa Yahudi sebagai bangsa yang maju begitu takut dengan perempuan?
Jawapannya mudah, membiarkan seorang wanita membesar menjadi solihah adalah
"kiamat" bagi mereka.
Jika seorang ibu yang solehah mengasuh 5 kanak-kanak muslim dalam keluarganya untuk membesar menjadi generasi mujahid. Kita boleh hitung berapa banyak generasi yang boleh dihasilkan dari 800 juta wanita Islam saat ini?
Jika seorang ibu yang solehah mengasuh 5 kanak-kanak muslim dalam keluarganya untuk membesar menjadi generasi mujahid. Kita boleh hitung berapa banyak generasi yang boleh dihasilkan dari 800 juta wanita Islam saat ini?
Seorang sahabat pernah bertanya
kepada Rasul Allah (Rasulullah), "Siapakah manusia di muka Bumi ini yang
harus diperlakukan dengan cara yang paling baik?". Rasul menjawab,
"Ibumu". "Setelah itu siapa lagi ya Rasul". Sekali lagi
Rasul menjawab, "Ibumu". Sahabat bertanya kembali, "Kemudian
siapa?". Lagi-lagi Rasul menjawab "Ibumu, baru Ayahmu". [Shahih,
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari).
Bagi para wanita, mari kita
waspadi karena andalah sasaran utama mereka dengan cara pertebal keimanan dan
ketaqwaan kita kepada Allah Swt.
Semoga tulisan saya ini bias bermanfaat.
Langganan:
Postingan (Atom)












